Wapres Minta Pendanaan buat LGBT dihentikan
Wapres Jusuf Kalla meminta United Nations Development Programme (UNDP) menghentikan pendanaan US$ 8 juta atau lebih kurang Rp 108 miliar buat LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) pada Indonesia. Apa tanggapan UNDP?
"Terkait menggunakan respon Pak Wapres, kita ketika ini sedang melakukan pembicaraan dengan pemerintah Indonesia. Begitu juga dengan UNDP regional (Asia Pasific) yg terdapat pada Bangkok," ujar juru bicara UNDP Indonesia Tomi Soetjipto waktu dikonfirmasi detikcom, Senin (15/dua/2016) malam.
"UNDP Indonesia telah melakukan pembicaraan menggunakan UNDP regional," imbuhnya.
(Baca juga: UNDP Kucurkan Rp 108 Miliar untuk Dukung LGBT pada Indonesia serta tiga Negara Asia)
Belum diketahui absolut sejak kapan pendanaan acara tersebut berlangsung, buat tujuan apa, dan berapa usang. UNDP Indonesia belum bisa memberikan pernyataan lebih lanjut.
"buat ketika ini statement-nya itu dulu. Aku cuma bisa kasih statement itu dulu," terperinci Tomi ketika ditanya lebih lanjut.
Sebelumnya, JK menuturkan sudah terdapat pertemuan antara UNDP Indonesia dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) beberapa ketika lalu. Dalam rendezvous itu, BAPPENAS meminta UNDP menghentikan program pendanaan buat menyokong organisasi LGBT pada Indonesia.
Pak Wapres pula mengatakan dari organisasi formal dunia, tidak terdapat pendanaan buat LGBT yg masuk ke Indonesia. "oleh karena itu diminta secara organisasi (supaya UNDP Indonesia) kasih tahukan ke (UNDP) Thailand jangan laksanakan itu," kata JK di kantor Wapres, Senin (15/2/2016).
Sumber : News.Detik


ConversionConversion EmoticonEmoticon